Menkominfo Berencana Akan Preteli Media Online Gadungan

Seperti diwartakan terlebih dulu, Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemkominfo) menyasar beberapa website situs yang disangka media on-line gadungan di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, ada sekitaran 43 ribu website situs yang masuk kedalam daftar tujuan Kemkominfo.

Walau demikian, Kemkominfo belum ambil langkah tentu untuk menindaklanjuti kehadiran media on-line abal-abal itu. Tetapi di pastikan, mereka bakal bekerja bersama dengan Dewan Pers untuk menanggulangi kehadiran beberapa ribu website situs ini.

Seperti di sampaikan Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, hubungan kerja itu berbentuk penggodokan kiat serta system yang nanti bakal bertugas untuk memblokir media gadungan.

Tetapi, ia tak menguraikan dengan cara detil seperti apa kiat yang bakal digempur ke-2 iris pihak ini.

Kelak kita bakal godok bareng-bareng kiat serta systemnya seperti apa. Gagasannya, 11 Januari kita bakal umumkan, ” kata Semuel pada Tekno Liputan6. com lewat telephone, Minggu (8/1/2017) di Jakarta.

Sebatas info, Semuel juga membuka kalau Kemkominfo telah memblokir nyaris 800 website situs di Internet sampai Desember 2016. Sembilan puluh % salah satunya yaitu website pornografi, sedang yang lain adalah website penyebar berita hoax.

Sedang 43 ribu website situs yang saat ini dibidik Kemkominfo, bahayanya juga belum tercatat ke Dewan Pers. Hal itu dinilai punya potensi bisa mencoreng legalitas industri media.

“Kalau di isi sama yang tidak benar, orang-orang dapat menilainya : ‘Wah media brengsek’, kerja pers kan jadi bahaya’, ” papar Semuel.

Sebelumnya penggodokan kiat rampung, sekarang ini Kemkominfo tengah membereskan 43 ribu website situs media abal-abal itu. Mereka menekan pemiliknya untuk selekasnya membereskan administrasi. Bila tak, harus mesti dibredel.

” Bila ingin jadi media, daftar. Janganlah berlindung di Undang-Undang Pers. Pemerintah juga ke depan tidak bisa iklan di media yg tidak tercatat di Dewan Pers, “ pungkas Semuel menyatakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *