Teknologi Deteksi Gerakan Mata

Pemakaian content Virtual Reality (VR) sekarang ini memanglah telah menjamur. Tidak cuma pada piranti computer saja, pada piranti smartphone yang sudah mensupport juga digemari oleh beberapa customer sekarang ini. Content yang dihidangkan juga tidak terus-terusan masalah game, tetapi juga berbentuk content video 360 derajat. Tetapi pengalaman tidak sama kelihatannya akan ada dalam satu tahun lebih kedepan. Pasalnya satu diantara produsen piranti VR, Oculus, barusan mencaplok perusahaan startup bernama The Eye Tribe. Seperti yang kami sadur dari TechCrunch, perushaan asal Denmark ini meningkatkan tehnologi pelacakan mata, yang ada piranti smartphone, tablet serta PC. Diluar itu, The Eye Tribe juga sudah meningkatkan tehnologi yang bernama foveated rendering.

Dengan memakai tehnologi ini pada piranti VR, bisa menghemat mengkonsumsi daya, dan membuahkan kwalitas grafis yang tambah baik. Bahkan juga tehnologi ini dapat juga membuahkan frame rate yang tinggi, dibanding dengan piranti VR sekarang ini. Dengan memakai tehnologi oelacak gerakan mata dari The Eye Tribe, nanti piranti VR buatan Oculus terbaru bisa membuahkan gerakan yang lebih kompleks, waktu tengah bermain game. Umpamanya waktu tengah bermain game catur mata kita memandang pada sang ratu, jadi nanti bisa membuat gerakan untuk bidak itu. Tidak cuma itu saja, dengan tehnologi pelacak gerakan mata ini bisa lakukan scroll atau bergulir dengan cara automatis, waktu tengah membaca satu website. Masihlah belum dapat di pastikan tehnologi dari The Eye Tribe ini akan dipakai kapan. Namun berita paling akhir menyampaikan kalau tehnologi pelacakan mata itu akan diterapkan pada piranti VR Oculus terbaru, yang bernama Santa Cruz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *